Mengkaji Sistem Pendidikan Sekolah Di Indonesia Part 2
Mengkaji Sistem Pendidikan Sekolah Di Indonesia
Part 2
" TUJUAN UTAMA DARI SEBUAH PENDIDIKAN ADALAH KESADARAN DAN PENERAPAN "
Jika kalian belum membaca artikel " Mengkaji Sistem Pendidikan Sekolah Di Indonesia Part 1" saya sarankan terlebIh dahulu membaca agar pembahasannya lebih nyambung dan terarah.
Jika kita sedikit ulas mengenai pembahasan yang kemarin Part 1 bahwa kita itu harus memiliki cara yang baru untuk menggabungkan antara sosial, pendidikan, penerapan. Hal ini mungkin bisa dilakukan dengan cara mengurangi jam belajar formal, mengadakan acara Pelajar Mengajar yang diperuntukkan bagi siswa SMA untuk mengajar ke SD atau SMP dengan cara mereka sendiri dengan dimaksudkan agar siswa memiliki kreatifitas.
Solusi yang saya ajukan yaitu mengurangi pendidikan formal di jenjang SMP dan SMA yaitu yang semula sekitas 8 jam per hari direduksi menjadi 4-5 jam per hari saja. Setelah itu untuk mengasah kemampuan siswa diberikan pula pendidikan seperti kelompok yg suka IPA, IPS, MTK, Basket, Sepak Bola, Bulu Tangkis, Beryanyi, melukis, sastra, fotografi dll selama 2-3 jam per hari dengan didampingi oleh guru terkait. Dan hal tersebut diwajibkan untuk semua siswa.
Untuk acara PELAJAR MENGAJAR itu bisa dilakukan 2 atau 3 bulan sekali. Dari yang SMA bisa mengajar SMP dulu lalu kemudian yang SMP mengajar ke SD atau SMA langsung mengajar ke SD sesuai kondisi lah. Hal yang diajarkan yaitu sesuai kemampuan dan kreatifitas dari kelompok yang telah dibagi. Serta juga harus didampingi dengan guru terkait.
Namun, cara-cara diatas juga bisa menjadi bumerang buat kita semua. Pertanyaannya adalah, Apakah Jika Sistem Pendidikan Di Rubah Tidak Menimbulkan Masalah Baru dan Bisa Menjadi Solusi Dari Masalah Sebelumnya?
Tidak hanya cara mendidik, masalah yang lain yaitu mengenai fasilitas sekolah seperti buku dll serta kualitas dari Pengajar itu sendiri. Untuk buku paket formal dari sekolah mungkin tidak efektif, karena buku itu sudah lama dan diperuntukkan untuk beberapa generasi kedepan. Padahal informasi itu selalu berubah setiap tahunnya. Mungkin buku yang bisa digunakan yaitu buku modul dengan berisikan ringkasan materi tanpa basa basi yang tidak menambah pemahaman siswa. Pengajar mungkin ini harus diseleksi dari awal seketat mungkin, agar terpilih guru-guru yang menjadi tauladan baik bagi siswanya. Serta untuk pengajar mungkin bisa disendirikan antara wali kelas dengan guru mapel serta dengan administratif sekolah.
Mungkin masih banyak yang harus kita benahi agar kita kedepannya memiliki SDM yang unggul. Cara-cara diatas hanyalah argumen-argumen saya yang saya nilai dapat mengatasi kekurangan dari sistem pendidikan di sekolah. Juga saya sampaikan tadi bahwa Cara-cara ini juga bisa menjadi bumerang bagi kita. Sehingga ini apabila ingin diterapkan oleh pemerintah perlu dikaji dan diuju coba ke beberapa sekolah baik diwilayah desa maupun perkotaan terlebih dahulu.
Apabila kalian memiliki cara atau solusi yang lebih baik silahkan tinggalkan di komentar :v
Salam #MerdekaBelajar
Komentar
Posting Komentar