Mengkaji Sistem Pendidikan Sekolah Di Indonesia Part 1
Mengkaji Sistem Pendidikan Sekolah di Indonesia
Part 1
" ING NGARSO SUNG TULODO, ING MADYO MANGUN KARSO, TUT WURI HANDAYAN"
Ki Hajar Dewantara
Jika kita bicara pendidikan di sekolah, Apakah sudah tepat ? Sebelumya, disini saya tidak berniat menyudutkan suatu pihak, tetapi saya ingin berargumen sebebas-bebasnya dengan landasan tertentu. Saya pun seorang pelajar yang merasakan sistem pendidikan di sekolah. Disini saya akan mencoba menempatkan diri saya SEBAGAI MURID, GURU DAN PEMERINTAH SERTA SISTEM.
Beberapa pertanyaan yang sering ada dibenak kita. Yang kemudian akan dibahas tuntas tanpa menyudutkan pihak tertentu. Dilandasi dengan opini-opini dan fakta yang terjadi sebenarnya. Pertanyaan ini bermaksud untuk menyekat atau membatasi topik serta membahas persoalan dengan detail dan to the point.
Pemerintah tengah merobak dan memodifikasi beberapa kebijakan terkait pendidikan. Dibawah komando Nadiem Makarim dengan sapaan akrab Mas Menteri mencoba memperbaiki sistem pendidikan di indonesia. Dengan semboyan Merdeka Belajar mencoba memberikan ruang kepada siswa, guru maupun sekolah untuk berkreasi dan berinovasi serta yang selalu Mas Menteri ucapkan yaitu KOLABORASI. Saya berharap Merdeka Belajar ini benar-benar terwujud dan benar-benar Merdeka Belajar yang sesungguhnya.
Apasih nilai tertinggi dari sebuah pendidikan ?
Menurut saya, nilai tertinggi dari sebuah pendidikan yaitu kesadaran dan penerapan. KESADARAN, jika kita terlahir dari sebuah sistem pendidikan tentunya kita memiliki kesadaran. Mengapa demikian, karena seseorang yang terlahir dari sebuah sistem pendidikan pasti memiliki ilmu pengetahuan dong pastinya.... Tentunya ilmu tsb berguna untuk kita dan orang lain. Ilmu yang berguna tersebut kemudian kita terapkan. Penerpan ilmu yang timbul karena kekhawatiran disebut kesadaran.Jika kalian masih belum paham coba cek artikel sebelumnya https://abrahamqodry.blogspot.com/
PENERAPAN, penerapan jika dipikir hampir sama dengan kesadaran. Bedanya hanya masalah peyebab, jika kesadaran timbul karena kekhawatiran. Sementara itu, penerapan timbul karena ada manfaat serta digunakan untuk memberikan solusi. Penerapan disini dalam bentuk opini, karya, dll.
Jadi nilai tertinggi dalam sebuah pendidikan menurut saya adalah kesadaran dan penerapan. Apa tujuan pendidikan jika tidak lain memberikan solusi untuk sebuah masalah dan memberikan manfaat baik untuk diri kita, orang lain maupun lingkungan.
Apa keuntungan sistem pendidikan di sekolah dibandingan dengan sistem pendidikan yang lain?
Sekolah memiliki tingkat pendidikan sosialis yang lebih tinggi dibandingkan dengan sistem pendidikan yang lain. Sekolah memiliki nilai kehidupan yang lebih dibandingkan dengan sistem pendidikan yang lain.
Seperti saat pandemi seperti ini, banyak para siswa yang kangen akan keadaan sekolah, interaksi dengan temannya, serta yang paling penting adalah nilai survivalnya. Gimana siswa ketika dikasih hukuman gurunya, diejek temannya, dan solidaritas kepada temannya. Inilah yang menyebabkan sekolah dirasa lebih cocok dari pada sistem yang lain. namun, survival ditentukan oleh siswanya sendiri. Mungkin jika siswa menggunakan sistem pendidikan yang lain akan lebih mendapatkan pengalaman dan survival dari pada di sekolah.
Apa yang tidak kita dapatkan dari sistem pendidikan di sekolah ?
Yang tidak kita dapatkan dari sistem pendidikan di sekolah yang pertama waktu luang untuk berkarya yang lama. Kedua, kebebasan untuk menentukan arah dan sikap serta berpenampilan namun tidak boleh melanggar norma. Maksudnya adalah tidak terikat dengan hukum sekolah yang dirasa kurang penting. Ketiga, dapat meraih kesuksesan dengan cepat jika ditekuni dan berkerja keras. Keempat, bisa memiliki pengalaman dan jiwa survival yang tinggi dibandingkan dengan sekolah. Hal tsb juga tergantung dengan siswanya. Terakhir, lebih dapat mengikuti organisasi-organisasi.
Lanjut Part 2 --------->
Komentar
Posting Komentar