Dunia Melahirkanku, #CerpenHam Part 1



Dunia Melahirkan Saya, #CerpenHam Part 1
Gambar Abraham Q N S Edit Sketchbook 2020


           Halo, perkenalkan nama saya Abraham Qodry Noor Saputra. Saya lahir di Kabupaten Karanganyar tepatnya di rumah bersalin Panca Warga, Dompon, Karanganyar. Lahir pada tanggal 02 Desember 2002 hari senin pahing sekitar jam 6 pagi. Bertepatan dengan 10 hari bulan Ramadhan. Inilah yang membuat orang tuaku memberi nama Qodry dengan harapan agar anaknya bisa mendapatkan malam Lailatul Qadar. Lailatul Qadar yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Jika kita beramal dimalam itu maka pahalannya akan dilipatgandakan. Padahal orangtua saya beramal dari 9 bulan sebelumnya... Maaf.

     Sementara untuk nama Abraham itu menurut ibuku agar memiliki ketauladanan seperti Nabi Ibrahim. Perlu kalian ketahui, Abraham adalah nama kristen dari Nabi Ibrahim. Hal itu saya baru saat SMA, diberitahu oleh guru biologi saya. Sedikit cerita, nenek dari ibu saya dulu itu pernah berternak babi dan itu wajar pada jaman itu. Karena mungkin pada zaman nenek dan ibu saya belum mengenal islam kalau diistilahkan adalah masa transisi dari kristen ke islam. Ibu saya juga mengakui jika pernah memakan babi tanpa sadar. Nah untuk saya mungkin jangan ditanya.... Untuk nama Noor itu maksud dari orang tua saya adalah Nur yang artinya cahaya. Tapi ketika saya tanya kepada ibu saya.

" Buk lha ngapa jenengku noor udu nur? " ucap saya didepan tv.

" Ora mudeng, lha embuh pakmu kon nambahi o loro " tutur ibu saya yang sedikit kesal dengan suaminya.

       Sementara untuk nama Saputra itu singkatan dari sang putra. Jika diartikan secara menyeluruh Abraham Qodry Noor Saputra adalah Sang putra yang mendapat kemuliaan di 10 hari ramadhan yang menjadi penerang bagi semuannya seperti Nabi Ibrahim. Itu bahasa saya ya...

        Dulu saya tinggal bersama nenek dan ibu saya di Dusun Botohan, Desa Wonolopo, Kec. Tasikmadu, Kab. Karanganyar. Sementara ayah saya di Rembang menamatkan Rimbawannya. Saat saya lahir, ayah saya sedang beradi di rembang dan yang mengantarkan ibu ke rumah sakit yaitu om saya yaitu Om Edi tapi saya sering memanggilnya Mas Edi. Serta yang mengadzani saya adalah kakak dari ibu saya yang sering saya panggil Pakdhe Bambang. Di Rembang ayah saya juga sempat ketipu banyak saat jual beli kayu. Pengalaman ini mungkin membuat ayah saya memiliki rasa curiga dan berhati-hati kepada semua orang hingga saat ini.

        Saya juga mempunyai kakak kandung yang bernama Dita. Sejak kecil sering kali keti bertengkar, kadang akur dan kadang tidak. 

Saya waktu umur 9 bulan juga pernah sakit muntaber kemudian dirawat dirumah sakit. Cerita itu pun saya dengar dari ibu saya. 

Kehidupan berlanjut hingga saya sudah cukup umur untuk bersekolah di Taman Kanak-Kanak desa Wonolopo.





Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Puisi #54 Segitiga dan Wijen

Lirik Lagu Pesona Karanganyar

Kumpulan Puisi #3 Muludan