Kumpulan Puisi #49 Gubuk Pangan
Kumpulan Puisi #49
Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri Satu Hari Satu Puisi. Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di @NoorQodry.
Gubuk Pangan
Karya Abraham Q N S
Mlipir tersingkir ke sudut kota
panas motor menyinari sepanjang desa
waduk berdiri tinggi di bawah mata kaki.
Di seberang jalan lirik kopi dan kawan
diaduk dalam obrolan, berputar digelas kehidupan
terlarut gula pahitnya bubuk kopi
intimidasi renjana sendiri.
24 Desember 2020 //19.02 WIB
Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.
Komentar
Posting Komentar