Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2020

Kumpulan Puisi #56 Ibadah Sosis dan Hujan

Kumpulan Puisi #56 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Ibadah Sosis dan Hujan Karya Abraham Q N S Detik jam menunggu pesembahan hampir gagal terpenjara, terjang sepi senja pandemi cari Sosis, Saos, dan Hujan. Kebenaran menuju tahun harapan berdoa minta berkah dari bau bakaran minum puja-puja Air Tuhan walau kurang wejangan dari petasan. 31 Desember 2020 //21.03WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #55 Jeritan 2020

Kumpulan Puisi #55 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Jeritan 2020 Karya Abraham Q N S Menjerit ketakutan bulan Desember gapai kegagapan harapan dimasa petasan buku catatan ku tulis itu dimalam yang baru. Menabrak corona patahkan buana jinjit tak sampai, lompat kurang tepat  berlari letakkan estafet asa hanya membawa tak kunjung melupa. 30 Desember 2020 //19.19WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #54 Segitiga dan Wijen

Kumpulan Puisi #54 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Segitiga dan Wijen Karya Abraham Q N S Sore hujan deras membasahi terparkir motor bersarung Batman di garasi ketuk pintu menyapa budhe berkantong plastik digiringnya ke ruang tengah dan tidur memberi secuil obrolan berkertas biru. Ku buka kantong plastik harum  hanya telur daging bercampur wijen. 29 Desember 2020 //19.42 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #53 Di Belakang DPR

Kumpulan Puisi #53 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Di Belakang DPR Karya Abraham Q N S Tinggi luas melingkar aspal berkumpul pemuda pengolah jari-jari berteriak juga kaum tua memanjakan kaki. Meninggi bercocok tanam paku-pakuan ganti cet-cet tua dinding lapangan robek, buat fentilasi udara di bawahnya lalat tak takut busung lapar atau kematian. 29 Desember 2020 //12.35 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #52 Jenaka Vega

Kumpulan Puisi #52 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Jenaka Vega Karya Abraham Q N S Tenggelam pahit merintih tertawa bersama onderdil kampas, oli, dan karet jeruji saat terang berdansa membasahi bermain waktu tak terkejar aku sempat kau seret Ku kala itu "hahaha ngopi dulu yuk" kata Ku. Hingga kini kau bagian dari rodaku yang menggulung aspal DPU. 29 Desember 2020 //12.04WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #51 Balabad Desember

Kumpulan Puisi #51 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Balabad Desember Karya Abraham Q N S Memancing mentari terus menyinari bada asar, hujan memanggil lalu berganti lupa di ranjang yang masih tertidur. Tak kembali hingga malam terombang-ambing teras bersiul memikat kelabu berkunjung kopi yang akan mengering bersama Facebook menutup senja. 29 Desember 2020 //11.48 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #50 Salju Santa

Kumpulan Puisi #50 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Salju Santa Karya Abraham Q N S Salju turun membasahi ranjang tidur diatas mimpi, berjalan Santa dan rusa dengan kado berjatuhan di kamar. Menimpa tidur selimut fajar bangun, ruang tamu berdiri pohon natal berhias kado menggugah orang rumah memeluk saling berucap "Selamat Natal." 25 Desember 2020 //19.10 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #49 Gubuk Pangan

Kumpulan Puisi #49 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Gubuk Pangan Karya Abraham Q N S Mlipir tersingkir ke sudut kota panas motor menyinari sepanjang desa waduk berdiri tinggi di bawah mata kaki. Di seberang jalan lirik kopi dan kawan diaduk dalam obrolan, berputar digelas kehidupan terlarut gula pahitnya bubuk kopi intimidasi renjana sendiri. 24 Desember 2020 //19.02 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #48 Tebar Penjara

Kumpulan Puisi #48 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Tebar Penjara Karya Abraham Q N S Dipesan, dipenjara gusar. Pantik bara kebodohan dikata-kata tanpa ragu berdansa diatas canda mencandu jiwa saudara bergelimpang gelap berkesudahan terikat pesan tadi siang. "Itu bagus kok" terpuji petang sunyi memancing keributan. "Sappp." 23 Desember 2020 //19.15 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #47 Selimut Rumah

Kumpulan Puisi #47 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Selimut Rumah Karya Abraham Q N S Intuisi memeras kelembutan ruang dalam osak asik kamar, dapur, dan penjara. Memutar siang ke malam dibaliknya petuah senja, membisik hening malam dan TV berkedip bingung. Lepas asah pisau makan  sayur terbagi sesuai petuah inspektor. 22 Desember 2020 //20.46 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #46 Noda Di Kamar Ku

Kumpulan Puisi #46 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Noda Di Kamar Ku Karya Abraham Q N S Terpaku di kasur dan YouTube bersosial dikalangan medsos tak menganggu dan tak terganggu. Dibekas kasur, tersimpan kisah pilu bertitik meninggalkan pesan mendatang "hapus noda di kasurmu" susah, membeku bersatu tertutup selimut. 21 Desember 2020 //11.15 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #45 Jerawat Pikir

Kumpulan Puisi #45 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Jerawat Pikir Karya Abraham Q N S Dibelakang pusing sembunyi berbisik "aku dibelakang Mu" tak menengok gatal tak terasa, risi mengisi merongrong fikiran dan hati. "Jika berani kedepan sini" ledekku mungkin ia menangis dibelakang ku tanpa ku tahu, grogoti isi kepala "ku garuk diam kau" anyelku. 20 Desember 2020 //23.30 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #44 Seiring Maut

Kumpulan Puisi #44 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Seiring Maut Karya Abraham Q N S Bunyi itu mengusik malam dan tidur berjalan dalam malam, merenggut kegelapan saling beriringan berucap "selamat tinggal." 19 Desember 2020 // 21.21WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #43 Tanduk Kepemimpinan

Kumpulan Puisi #43 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Tanduk Kepemimpinan Karya Abraham Q N S Di ujung jalan melewati lampu taman jalanan berkeluh kesah satu tahun bersama lampu taman berguming berkedap kedip  merasuk dalam gerobak kerak telur berkerak, mengintrogasi pembeli di depannya. Berucap "ganti yang lain aja mas sudah berkerak." 18 Desember 2020 //19.37 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #42 Ibu Sebrang Jalan

Kumpulan Puisi #42 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Ibu Sebrang Jalan Karya Abraham Q N S Siang membeli minuman dingin dalam lemari lepas, stater motor lihat ibu di sebrang jalan mobil berhambur tak ada yang menjadi pahlawan. Dengan membawa tas keranjang bermasker kain "tas ku berat hidupku pun" kata panas jalanan itu terlanjur motor panas bergegas. 17 Desember 2020 // 21.33WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #41Meremas Raga

Kumpulan Puisi #41 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Meremas Raga Karya Abraham Q N S Memacul menguras kolam menata taman masa depan mencongkel lelah dan kesal tidur dalam kejenuhan malam sakit di raga lelah di jiwa rongrong pikiran, tertidur tujuh belas jam jantung berdetak menggunci napas yang panjang. Kaget bantal ngengunjing "masalahnya tuan." 17 Desember 2020 //15.20WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #40 Di Atas Lincak

Kumpulan Puisi #40 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Di Atas Lincak Karya Abraham Q N S Hari ini usai tertidur lelah pundi-pundi uang bernikmat selimut anak berbantal isteri. Di atas lincak kayu berplitur tidur berkayu mahoni, uang diisteri keras rasanya tak nyenyak. Esok masih menunggu, dengan ke'ju di punggung tidur berlandas waktu. 16 Desember 2020 //01.22 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #39 Berbalut Kertas Berminyak

Kumpulan Puisi #39 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Berbalut Kertas Berminyak Karya Abraham Q N S Yang di dalam megic com itu di ceting serta di papan merah, berjejer bersusun rapi berbalut kertas coklat berminyak dengan steplesnya tak memberikan pertanda tak ada tulisan di dindingnya takut kuintip, berperang melawan dompet tak penuh harapan. 14 Desember 2020 //20.09WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #38 Menguap

Kumpulan Puisi #38 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Menguap Karya Abraham Q N S Tertahan di rongga dada ngantuk berasa suasana berapi dingin hasrat tertidur, malu dengan keadaan. Sampai di rongga mu tak menahan beriringan bibir memenjarakan mata berkunang-kunang tangan menghapus lupa dan ingatan bingung menggelembung keluar sendiri, beranjak pergi. 13 Desember 2020 //21.59 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #37 Cangkir Malam Ini

Kumpulan Puisi #37 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Cangkir Malam Ini Karya Abraham Q N S Diwaktu sunyi sendiri berfikir lama hingga pagi dihadapan dalam dua pilihan iya atau tidak saja, hati meragu. Secangkir kopi dimalam ini habis menguras pikiran yang lama mengerang renjana bimbang tersisa setitik kopi dan bekasnya tertutup sendok kebingungan. 12 Desember 2020 //21.47 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #36 Pena Basah

Kumpulan Puisi #36 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Pena Basah Karya Abraham Q N S Lagi lagi aku ternodai hitam berwarna tak mau kucicipi untung celanaku beradaptasi. Bernaung dalam selimut melukai siapa yang menyakiti walau tak berkelamin "kau putar aku dalam saku celana" tersungkur dihadapan tinta, pena dan cinta, tapi hatiku tak secantik pria. 12 Desember 2020 //19.55 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #35 Bunyi Ruang Sepi

Kumpulan Puisi #35 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Bunyi Ruang Sepi Karya Abraham Q N S Tak di pagi tak di malam ruang sunyi membayangi terdengar bunyi di atas dinding, di pojok lemari, di depan pintu sendiri. Suara guyu selimuti ruang hampa samar bunyinya "hi hi hi" ha ha ha tambahnya, ekor mata mencari aku yakin tak aku sendiri di ruang sepi. 12 Desember 2020 //19.38WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #34 Uang Siapa

Kumpulan Puisi #34 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Uang Siapa Karya Abraham Q N S Di saku celana membasahi wangi merunduk, tertekung malu. Tempel di kaca tak menyentuh hati "Uang Siapa?" dikempit saku menangis piring dan gelas baunya tak menyentuh nurani atau mata kanan kiri bahkan lubang hidung mati, Uang Siapa di kaca lemari. 11 Desember 2020 // 19.17 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #33 Surat Tatap Muka

Kumpulan Puisi #33 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Surat Tatap Muka Karya Abraham Q N S Siang tadi notif Wa tampar harapan ku buka tak menyangka, ditengah pembelajaran pandemi. "Offline atau online" tanya surat itu bingung, petuah yang harus dijalankan dengan realita diteman-teman tanya mengejar waktu tak mungkin beresok-esok, hanya tinggal jemari. 8 Desember 2020 // 20.34 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #32 Kok Bulu Robek

Kumpulan Puisi #32 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Kok Bulu Robek Karya Abraham Q N S Terontang-anting lewati poin. Ejek seorang kapas kepada tuan "bodoh gak kena mulu" emosi tuan mengombrang-ambring melesat terpelanting ke dasar arena, tampak bulu berpatah-patah kapas tak seutuhnya kapas "tuan aku janji tak ejekmu" masa bodoh, kok berbulu robek. 7 Desember 2020 //23.53 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #31 Mata Kaki

Kumpulan Puisi #31 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Mata Kaki Karya Abraham Q N S Menelisik sejarah kehidupan perjalanan kaya mobilitas panjang, tersandung, terserempet meja kaki, bersenandung dengan kaki lain. Susah sudah biasa, sunyi tak pernah mati bersama raga dan jadi diri  seorang kaki yang mampu berdiri dan mata kaki menyimpan memori ini 6 Desember 2020 //19.43 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #30 Bumi Lahir Kembali

Kumpulan Puisi #30 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Bumi Lahir Kembali Karya Abraham Q N S Di balik dinding terdengar ketakutan gemuruh alam dan hujan masuk hingga kamar. Berdiri bukit telanjang menantang menang kuasai jalan dan bangunan buana kembali, tumbuhan tampak senang. Namun itu hanya fana, tanah milik manusia Bumi belum kembali seutuhnya. 6 Desember 2020 //10.52 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #29 TuanKu Manusia

Kumpulan Puisi #29 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . TuanKu Manusia Karya Abraham Q N S Sibuk dengan urusanNya, manusia. Kala ada bencana, Ia sibuk kala tetanggaNya kelaparan, Ia membunyikan piringNya. Ku bergerak menyembunyikan perut melempar kenyang ke sesama. Berberes tanah, pohon, daun dan ranting serta tumpukan bangunan milik pembunyi piring. 6 Desember 2020 // 09.08 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #28 Sepatu Lari

Kumpulan Puisi #28 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Sepatu Lari Karya Abraham Q N S Kusut, bekas, sunyi. Ku ambil dari rak sepatu bapak tua Lusut badanya, harum kenagannya mengantarkan dalam kantor daerah. Merek berpasaran, kuat dengan jahitan. Sekarang ku ambil itu di rak bapak kasihan, sunyi dibully sepatu dinas ku ambil berlari, tak peduli. 3 Desember 2020 // 18.52 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #27 Tumbuh

Kumpulan Puisi #27 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Tumbuh Karya Abraham Q N S Antara pilihan, nyata tak fana. Baru lahirnya batiniah Tika melupa masa lalu, seutuhnya. Berubah masih sama menggeser kesan lama, melupa. Berubah dalam suka, lalu cinta. Kita pilih, baru atau berubah. Di tengah panggung bergejolak soal hidup, mati, dan asmaraloka. 2 Desember 2020 // 20.39 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #26 Bulan Akhir Tahun

Kumpulan Puisi #26 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Bulan Akhir Tahun Karya Abraham Q N S Sebelas bulan menunggu, tiba datang senang dan cerah, hujan tak terjadi tadi pagi. Gunung lawu tebar pesona hingga senja tiba, hujan menyapa "hai tuan selamat datang" "terimakasih jamuanmu kawan" "malam ini aku akan pergi" "oke tuan sampai jumpa," desember ini. 1 Desember 2020 // 18.58 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.