Toilet Otomatis, Gak Usah Cebok. #CerpenHam Part 3



Toilet Otomatis, Gak Usah Cebok

Gambar Kondisi Toilet Otomatis Tahun 2020

     Sedikit cerita pada zaman masih BAPULTAH(Bawah Sepuluh Tahun). Ini terjadi ketika saya masih tinggal di tempat nenek saya di dusun Botohan, Desa Wonolopo, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar. Saat saya mau BEOL, ada 2 pilihan antara beol di wc formal walaupun agak kotor atau beol di wc alami yang agak bersih lah. Entah kenapa saat saya masih kecil sering dibawa ke wc alami. 

Klasifikasi Toilet Otomatis :

        Saya gambarkan mengenai wc alami itu, jadi wcnya itu terletak diatas sungai kecil yang melewati pekarangan nenek saya. Diatas sungai itu dipasangi 2 bambu yang sejajar tapi terpisah dengan jarak cukup pendek sekitar 10-20 cm lah. Nah fungsi dari bambu tersebut adalah yang pertama, sebagai penghubung atau jembatan, yang kedua berfungsi untuk penopang kaki kita ketika mau jongkok.

Gambar Posisi Beol Di Toilet Otomatis


Mekanisme Beol Di Toilet Otomatis :

Saya akan memberikan tata cara beol di toilet otomatis, sebagai berikut :

1. Pergi ke toilet otomatis bersama ibu/nenek yang berada di belakang rumah nenek. 

2. Lepas celana dulu jangan langsung jongkok.

3. Celana jangan dibuang taruh di pagar kayu atau gantung di papringan(kumpulan tanaman bambu yang menjadi satu, itu lah ... jangan nyanyi :v).  

4. Kemudian jongkok di bambu yang sudah sediakan, jangan jongkok bangun nanti gak jadi beol.

5. Tunggu beberapa saat. Bisa kalian suport dengan raut wajah yang sedikit tegang. Kalian juga bisa melihat orang lewat(dibelakang rumah ada jalan menuju persawahan) dan orang yang sedang panen pari.

6. Setelah itu, blue band akan keluar dengan sendirinya.

7. Kemudian akan terdengar bunyi "plug" itu artinya blue band sudah otomatis tersentor oleh air sungai. Air sungai akan menuju ke irigasi sawah. Pupuk Bosss :v

8. Sambil jongkok, "Buk/mbah wawik(kata lain dari cebok yang lebih familiar dikalangan anak kecil) " kata saya. Jika kalian beruntung kalian akan di wawik i. Jika kalian tidak beruntung, "Ora metu no". Heyyy itu apa tadi yang jatuh "plug" kata hati saya ketika menulis ini. Sungguh tipu daya yang luar biasa.

9.  Ambil celana lalu pakai dong. 

10. Pergi ke dalam rumah bersenang-senang riya lagi. 


Huhu... 
huhuhuhuhu... 
huhu...
huhuhuhuhu...

hu...hu...
huhuhu...


      Dari 2 pilihan toilet tadi, ada toilet lain yang jarang saya kunjungi tapi pernah saya kunjungi. Toilet tersebut milik Alm. Mbah sastro yang berada di samping rumah nenek dan masih menjadi 1 pekarangan. Ketika itu entah apa yang terjadi, saya mau beol lalu diajak ke situ.

Gambaran umum dari toilet ini yaitu, terletak di belakang rumah Alm. mbah sastro dan terletak pada bangunan bekas kandang babi. Toilet tsb berbentuk seperti kolam dengan ada space kecil seperti wc jongkok pada umumnya tapi masih terbuat dari semen, dengan lubang kecil ditengahnya. Dibawah space kecil itu ada kolam lele yang masih ada ikannya dan airnya berwarna hijau butek. Ikannya gak kelihat lah...

Mekanismenya hampir sama dengan toilet otomatis, bedanya hanya setelah "Plug" tidak langsung ke irigasi sawah tapi langsung hilang dimakan ikan lele. Dan kalau ditoilet ini, tidak usah cebok karena "ora metu" Simpel...

Suatu hari, terdengar kabar bahwa kolam lele yang dibawah toilet dipanen ikanya. Ini saya lupa, tapi saya dikasih entah sudah digoreng atau masih mentah. Intinya saya dikasih. Dan kemudian saya makan dong, kan gak tahu dan lupa. Ya... enak-enak saja. Dalam pikiran saya "Saya tidak lihat... saya tidak lihat... saya lupa... " Sungguh lele yang sangat bergizi. 


Loc :Dusun Botohan, Desa Wonolopo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. 





Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Puisi #54 Segitiga dan Wijen

Lirik Lagu Pesona Karanganyar

Kumpulan Puisi #3 Muludan