Mencoba Bersahabat Dengan Ruji, #CerpenHam Part 4
Mencoba Bersahabat Dengan Ruji
Suatu pagi, kala itu saya sedang berangkat dengan dibonceng sepeda ontel tua oleh kakak ibu saya bisa dikatakan budhe lah. Pukul 8 pagi aku sudah dibonceng untuk menuju TK Pertiwi yang berada sebelah timur dusun. Jaraknya pun cukup jauh sekitar 546 langkah dari rumah. Rumah ku terletak paling barat, sementara jika saya mau berangkat sekolah, begini alurnya :
Bangun Tidur - Halaman (Bermain riya) - Kamar Mandi (Mandi) - Ruang Keluarga (Yang sering nenek saya bilang omah buri) - Halaman - Naik ontel tua - Menyusuri Dusun dari barat ke timur (bukan timur ke barat) - Setelah sampai di penghujung timur dusun - Lanjut lagi menyusuri persawahan hingga ke kampung sebelah - Belok ke kanan melewati depan warung soto dan kelontong - Sampai di pertigaan, belok kiri menuju arah timur - Sampai dikelurahan berhenti - Saliman - Berjalan ke timur kelurahan - Nah disitu TeKa saya - Kok sepi, Ohhh... iya hari minggu.
Sesuai dengan judul diatas, saya sempat mencoba 3 kali untuk bersahabat dengan ruji ontel tua. Dari ketiga kejadian saya mengalami dengan driver dan tempat yang berbeda.
Kejadian Pertama
Kejadian pertama terjadi ketika perjalanan menuju sekolah tepatnya di depan warung soto. Kala itu saya dibonceng dengan ontel tua oleh Budhe saya. Pada saat itu, kaki saya tidak sengaja masuk ke ruji roda belakang. Langsung ontel tua berhenti mendadak, sontak orang-orang yang diwarung menolong saya dan budhe saya. Alhamdulilahnya saya tidak kenapa napa, hanya menangis saja. Alhamdulillah yang kedua, saya tidak jadi ke sekolah.
Selang beberapa hari atau sore hari itu, Budhe saya bilang ke saya yang intinya seperti ini :
" Bram sesok aku ra iso ngeterke koe sekolah. Gen diterke mbah e nekra bukmu. "
Dengan alasan, mau bekerja(kalau tidak salah) di memory. Besok siang/sore, Budhe saya meninggalkan saya dan keluarga. Cerita tersebut saya dapatkan dari om Agus yang selalu berucap seperti itu (" Bram sesok aku ra iso ngeterke koe sekolah. Gen diterke mbah e nekra bukmu. ") ketika bertemu saya atau sedang mengulas masa lampau.
Kejadian Kedua
Kejadian kedua terjadi ketika saya sedang berangkat sekolah dengan di bonceng oleh nenek saya. Kejadian nya pun setelah Budhe saya meninggal. Tejadi di depan bok atau rumah-rumahan di timur sawah. Kaki saya kala itu, saya senggol-senggolkan dengan ruji ontel tua. Namun kejadian kala itu, tak separah sebelumnya. Hanya tersangkut namun tidak sakit. Alhasil saya tetap melanjutkan ke sekolah. Sungguh rencana yang gagal...
Kejadian Ketiga
Kejadian Ketiga terjadi ketika sore hari, saya sedang ikut ibu saya untuk berbelanja sayur di timur kampung. Dengan menggunakan ontel tua saya mencoba peruntungan saya dengan berbekal sendal japit. Yang berbeda dengan 2 kejadian sebelumnya yang menggunakan sepatu. Mulai agak ke tengah kampung saya mencoba bersahabat dengan ruji, Alhasil sampai di 3/4 perjalanan ruji mau bersahabat dengan saya. Sontak ontel tua langsung berhenti dan terjatuh. Itu kejadian yang paling parah dan membuat ibu saya malu. Karena warga berkumpul ditempat kejadian.
Kaki saya kala itu cukup ke seleo dan diobati dengan kecap(obat merah). Sementara keadaan ibu, saya tidak tahu...
Setelah kejadian tersebut saya merasa puas dan tidak mau mencoba peruntungan saya lagi.
Itu lah kisah persahabatan saya dengan ruji yang cukup menarik. Mulai dari duka hingga duka saya jalanin sendiri, karena kamu tidak peok-peok. Dari kisah persahabatan diatas dapat kita ambil pelajaran bersama.
" Bersahabatlah dengan siapa saja, namun ketika sahabat sudah tak selaras dan menghianati kalian tinggalkan lah. Sebab sahabat anda akan menentukan nilai ulangan anda "
- Abraham Qodry N S -
- Abraham Qodry N S -
Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.
Komentar
Posting Komentar