Pendidikan Sebagai Kunci Penguatan Peran Perempuan
Pendidikan : Menuju Perempuan yang berdaya saing
Bicara soal perempuan, perempuan jaman sekarang
dengan jaman dahulu sebelum emansipasi tentu berbeda. Pada jaman dahulu sebelum
adanya emansipasi wanita, perempuan memiliki kedudukan di bawah laki-laki dan
dipandang lemah. Sementara, pada zaman sekarang perempuan memiliki kedudukan
yang sama dengan laki-laki sehingga membuat perempuan dapat melakukan kegiatan
yang sama atau bahkan melebihi dari laki-laki. Hal ini muncul karena adanya
Emansipasi wanita yang diperjuangan oleh R A Kartini.
Sementara secara global, perjuangan perempuan untuk
mendapatkan kedudukan yang sama dimulai pada tahun 1909 di New York, Amerika
Serikat. Unjuk rasa kaum perempuan yang digalang oleh Partai Sosialis kala itu
membuat PBB menetapkan tanggal 8 Maret 1975 sebagai Hari Perempuan
Internasional sebagai perayaan dan pengigat tentang hak-hak perempuan dan untuk
mewujukan perdamaian dunia melalui persamaan gender.
Tidak cukup sampai di situ, perjuangan
untuk memperkuat peran perempuan yang berdaya saing dan mendapatkan hak-hak
perempuan akan terus berlanjut. Perjuangan tidak meluluk soal fisik atau bahkan
kekerasan. Tetapi perjuangan juga bisa melalui pendidikan agar peran perempuan
semakin kuat dan nyata. Pendidikan lah yang menjadi kunci terbesar untuk
mewujudkan perempuan yang berdaya saing sehingga perempuan dapat ikut berperan
dalam berbagai sektor.
Apa Yang Diberikan Pendidikan Kepada Perempuan?
Tentu dalam pikiran kalian
bertanya-tanya, Apasih yang diberikan pendidikan kepada perempuan? Sehingga
membuat perempuan bisa berdaya saing dan memiliki peran yang kuat. Pendidikan
itu memberikan banyak manfaat kepada perempuan. Melalui pendidikan, perempuan
bisa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman. Pendidikan tidak selalu di sekolah,
pendidikan bisa didapatkan dimana saja dan kapan saja. Ini lah yang diberikan
pendidikan kepada perempuan, sebagai berikut :
- Di lingkungan keluarga, perempuan bisa
mendapatkan pengajaran.
Biasanya perempuan paling nempel dengan ibunya.
Sehingga tidak salah jika apa yang dilakukan oleh ibunya itu turun ke anak perempuannya.
Dari sejak bayi perempuan sudah mendapatkan pendidikan yaitu menonton,
mengamati, lalu mencoba. Ketika gagal dalam mencoba, tentu ia akan disemangati
oleh orang tua. Gagal…coba lagi, gagal… coba lagi, hingga akhirnya berhasil. Ini
yang dinamakan penguatan perempuan untuk terus maju dan berkembang.
- Di lingkungan sekolah, perempuan bisa
mendapatkan berbagai macam ilmu pengetahuan dan ilmu sosial.
Ilmu-ilmu tersebut didapatkan melalaui kegiatan
pembelajaran maupun kegiatan bersama teman-teamnnya. Nah ilmu-ilmu tersebut
yang akan membuat perempuan memiliki sikap-sikap sosial dan pengetahuan yang
luas. Sehingga ia memiliki pola pikir untuk terus maju dan berkembang untuk
menjadi yang paling hebat. Inilah yang dinamakan dengan daya saing. Ilmu-ilmu
itu juga bisa diterapkan kepada orang lain sesuai dengan profesi sehingga
membuat peran perempuan menjadi semakin kuat.
- Di lingkungan Masyarakat, perempuan bisa
mendapatkan nilai-nilai kehidupan dan sosial.
Nilai-nilai tersebut didapatkan melalui interaksi
dengan masyarakat ikut organisasi karena telah memiliki ilmu pengetahuan yang
didapatkan di sekolah. Tidak hanya itu, perempuan juga bisa ambil peran dalam
organisasi atau kegiatan masyarakat seperti menjadi sekertaris, bendahara,
ketua organisasi atau menjadi pembicara. Ini merupakan bagian dari pendidikan
juga untuk melatih mental dan juga dalam menguatkan peran perempuan millennial. Sehingga perempuan tidak
lagi diaggap sebelah mata apalagi diremahkan.
Dari ketiga pendidikan berdasarkan lingkungan yang
berbeda tersebut, maka dapat diambil kesimpulan bahwa setiap lingkungan
pendidikan yang berbeda memiliki tingkat pendidikan yang sesui dengan porsi
lingkungannya masing-masing. Apabila salah satu dari ketiga lingkungan
tersebut, perempuan tidak terpenuhi pendidikannya maka akan memiliki imbas pada
lingkungan pendidikan yang lebih besar selanjutnya. Setiap lingkungan
pendidikan memiliki cara masing-masing dalam menguatkan peran perempuan agar
berdaya saing. Tetapi hal ini harus juga diimbagi oleh perempuan itu sendiri
dengan memiliki kedan energimauan untuk mencoba hal yang baru dan berusaha.
Sungguh begitu hebat pendidikan untuk
menguatkan peran perempuan. Namun, perempuan millennial tidak mau jika pendidikannya diganggu oleh suatu hal.
Apalagi jika ikut organisasi, tentu tugasnya semakin berat. Nah EduCenter
adalah solusinya.
Apa itu EduCanter? EduCenter merupakan mall edukasi di
Indonesia dengan konsep “One Stop
Excellence Of Education”. EduCenter memiliki tujuan untuk mengatasi solusi
yang dialami pelajar khususnya perempuan pada saat ini. Melalui EduCenter kita
tidak perlu menghabiskan banyak waktu dan energi untuk menerima pendidikan.
Selain itu, EduCenter juga sangat menjaga kenyamanan dan kesenangan bagi
penggunanya seperti adanya restoran, taman bermain anak, dan lebih banyak yang
lainnya.
#EduCenter

Komentar
Posting Komentar