Benang Kusut Sampah Perkotaan dan Perubahan Iklim

 Benang Kusut Sampah Perkotaan dan Perubahan Iklim



Gambar 1. Petugas TPA Sukosari berjalan diantara tumpukan sampah


Paradigma lama pengolahan sampah masih melekat pada masyarakat. Sampah diangkut dan dibuang ke TPA tanpa ada pengolahan. Hal ini berakibat pada penumpukan sampah di TPA yang dapat menghasilkan gas metan. Aliansi Zero Waste Indonesia mencatat dalam kurun 5 bulan tahun 2023 terdapat 38 TPA mengalami kebakaran akibat gas metan. 21 Februari 2005 TPA Leuwigajah, Kota Cimahi, Jawa Barat mengalami ledakan dan longsor besar. Menimpa 2 desa yaitu Cilimus dan Pojok, mengakibatkan 157 orang meninggal dunia dan ratusan tidak ditemukan. Open damping metode yang digunakan TPA Leuwigajah pada saat itu yang memakan banyak korban.

Sampah perkotaan adalah sampah yang timbul di kota dan tidak termasuk sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) (Kodi, 2021). Menurut sumbernya, sampah perkotaan dibagi menjadi 4 : 

  1. Sampah domestik (rumah tangga)

Meliputi sisa dapur atau makanan, plastik dan kertas rumah tangga.

  1. Sampah industri

Meliputi kabel, elektronik, kertas, plastik, tong atau jerigen.

  1. Sampah Perkantoran

Meliputi kertas, duplek, mika, plastik, dan lainnya.

  1. Sampah perdagangan

Meliputi sisa makanan, kertas, dan lainnya.

Ketersediaan lahan yang minim diwilayah perkotaan membuat masyarakat lebih memilih membuang sampah di TPA melalui DLH. Selain dinilai efektif biaya yang dikeluarkan terbilang cukup murah berkisar Rp. 30.000/Bulan. Tarif retribusi ini tergantung dari masing-masing kabupaten atau kota yang ditetapkan melalui Permendagri Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Tata Cara Perhitungan Tarif Retribusi dalam Penyelenggaraan Penanganan Sampah.

Sampah yang dibawa TPA berasal dari berbagai jenis. Sampah kertas, kardus, botol, gelas dan beberapa sampah plastik menjadi bahan berebut oleh juru resik (pemulung). Sementara sisa makanan, kaca, kain, beberapa plastik dan lainnya tinggal di TPA. Menurut data Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang sumber timbunan sampah 2018, rumah tangga menjadi penyumbang terbesar yaitu 62%. Sedangkan komposisi sampah terbesar yaitu sisa makanan 44%, plastik 15%, kertas 13%, kain atau tekstil 3%, logam 2 persen, karet atau kulit 2%, kaca 2% dan lainnya 8%. Sisa makanan dan sampah organik lainnya ini memicu konsentrasi gas metan (CH4). Apabila tidak dibuang keluar melalui pipa2 atau rotasi sampah gas tersebut akan terpenjara di timbulan sampah yang dapat menyebabkan ledakan. Gas metan dan gas lainnya yang terlepas di udara ambien dapat mengakibatkan emisi gas rumah kaca (GRK) berkontribusi 15% terhadap efek pemanasan global. Data Indeks Pemanasan Global mengatakan bahwa gas metan 21 kali lebih beracun dari pada karbondioksida. 

Perubahan paradigma lama dari sampah yang dibuang ke TPA menjadi paradigma baru yaitu pengelolaan sampah secara 3R dari hulu dalam hal ini rumah tangga. Harus diinformasikan dan diformulasikan sebagai suatu program yang berkelanjutan. Sesuai amanat UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Sebagai kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Salah satu pilar pelaksanaan tata kepemerintahan yang baik (good governance) adalah komitmen pada lingkungan hidup dalam perumusan suatu kebijakan berkelanjutan.






Reference : 

Luthfiana, Hisyam dan Khumar Mahendra. 2023. Ledakan TPA Leuwigajah, Insiden Paling Parah yang Pernah Terjadi di Indonesia. Cantika : Tekno Lingkungan. Jakarta.

Aliansi Zero Waste Indonesia. 2023.Bahaya di Balik Menumpuknya Gas Metana di TPA. 

Uncategorized. 2023. Sampah dan Perubahan Iklim. Indonesia Solid Waste Assosiation. Jakarta.

Gobai, Kodi Rina Mariani , Batara Surya dan Syafri. 2021. Pengelolaan Sampah Perkotaan. Pustaka Almaida. Gowa, Sulawesi Selatan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Puisi #54 Segitiga dan Wijen

Lirik Lagu Pesona Karanganyar

Kumpulan Puisi #3 Muludan