Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

Kumpulan Puisi #25 Penjara Gusar

Kumpulan Puisi #25 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Penjara Gusar Karya Abraham Q N S Aku belum mampu sejauh itu balas, ganti atau bayar. Hanya putra rumahan belas kasih daya tak bisa berdaya usaha secuil renjana, patut diremehkan zaman "anak muda hanya bisa mengemis." salah, berdosa kala tidur dan bangun. Maaf, seberkas risau. 30 November 2020 // 19.10 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #24 Serempet Api

Kumpulan Puisi #24 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Serempet Api Karya Abraham Q N S Siang tadi matahari saat tinggi tertutup, malu awan hiasi atap insan, cipta Tuhan. Menyala dengan kertas bekas dan cup gelas "aku ikut" kata plastik tempat roti. Nyala sahutnya merebut tangan "nampaknya bajumu perlu ku ganti" aku tak mau, panasmu sampai hati. 29 November 2020 // 19.22 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #23 Rubik

Kumpulan Puisi #23 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Rubik Karya Abraham Q N S Bingung, pusing, rumit. Putih bukan berarti suci merah bukan berarti gagah hijau bukan berarti berjalan dalam kerumitan permainan, ku putar bawah tak suci ku agungkan ke atas tak suci juga. Di ruang sempit berputar kesana kemari, kelompok golongan beragam. 28 November 2020 // 14.27 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #22 Tumbler Sepi

Kumpulan Puisi #22 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Tumbler Sepi Karya Abraham Q N S Dalam lorong arloji bertepuk mati siapkan wedang panas untuk mengisi sunyi dalam malam berlibur. Hapus ruang yang terlilit pagi "Woy Sunyi... Sepi..." Tak sengaja bertemu kopi malam ini, esok, dan kapan lagi tertuang lubuk hati lima senti tak bertutup, tumbler sepi. 27 November 2020 // 22.10WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #21 Bola Pedal

Kumpulan Puisi #21 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Bola Pedal Karya Abraham Q N S Di lapangan hati, penuh ironi Berapa banyak pemain ingkar janji Dalam megahnya gawang sendiri Berkaki-kaki menginjak pelatih Dalam mata kaki, melihat jauh di depan Jidat bertepuk kencang, memainkan melodi "Untuk tak ku ganti bola itu"  Sungguh tak bisa, sesuap nasi. 26 November 2020 // 20.00WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #20 Pahlawan Berjasa

Kumpulan Puisi #20 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Pahlawan Berjasa Karya Abraham Q N S Pagi dini berangkat menitih mobil Avanza Sampai pagi menyambut ku mencium parfumnya, minum teh lalu telusuri lorong generasi dikelas disambut antusias mendapat jasanya. Satu persatu ilmu ditulis dalam pikiran hingga terjatuh lalu dimasukkan lagi. 25 November 2020 // 19.41 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #19 Kampul

Kumpulan Puisi #19 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Kampul Karya Abraham Q N S Bukan predikat Bisa menjadi subjek Dan juga bisa objek Enak rasa Hangat, dingin sama rasa Irisan pelit lemon didasar kolam Bukan lemon, hanya jeruk tipis Teh terlarut dalam H20 Pucuknya justru tenggelam Di akhir, terseruput jeruk nipis Rasanya masam, seperti masa depan 24 November 2020 // 18.36 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #18 Sajak Sengaja

Kumpulan Puisi #18 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Sajak Sengaja Karya Abraham Q N S Ku buat dari awal dengan yakin Melupakan sementara ujian Dan masalah kehidupan Dikala sempit berhempit Nafas sesak, waktu mendesak Soal-soal kimia minta dikerjai Sejarah lupa dalam angan Menggoyang pikiran bersajak 23 November 2020 // 18.37 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #17 Bersedih Senja

Kumpulan Puisi #17 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Bersedih Senja Karya Abraham Q N S Kemarin masih ada Sekarang sembunyi, malu Berkedong sedih, air mata Dan awan menutup rindu Senja bersedih, merenung Makin malam, makin merunduk Senja berganti sepi Tangan menghapus airnya Bumi basah, berkeluh kesah 22 November 2020 // 19.17 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #16 Tragedi MalMing

Kumpulan Puisi #16 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Tragedi MalMing Karya Abraham Q N S Kini saat bermalam Minggu Ku gelar tikar seisinya Duduk, bergeletak, tidur, Menghadap TV, kadang memaling Pada Hp yang sepi, tak pasti Terlihat cerita malam kawan Riuh, ricuh diluar sana Sementara aku hanya ada kopi, ubi, Dan buku " Filosofi Sendiri " 21 November 2020 // 20.24 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #15 Derita Kelas

Kumpulan Puisi #15 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Derita Kelas Karya Abraham Q N S Satu orang yang suka Yang selalu bersuara Dan slalu membelakangi semua Di pagi, cendekiawan berfikir sembarang Semua meragu dan menunggu Siapa terpanah asmaraloka Di bawah hadapan Garuda,  Presiden dan Wakilnya Laksana tugas paduka, selesaikan masalah algoritma 20 November 2020 // 22.31 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #14 Membaca Gelap

Kumpulan Puisi #14 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Membaca Gelap Karya Abraham Q N S Di saat sendiri Waktu seduh datang kemari Menelisik begitu dalam Menelusuri begitu terjal Antara angan dan diam Kamu tak perlu tahu, tentang hujan itu Deras rasa, tak pernah terbayang olehnya Nampaknya pagi datang, langit menyambut cerah Dan suasana berganti duka 19 November 2020 // 23.06 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #13 Kota Tua

Kumpulan Puisi #13 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Kota Tua Karya Abraham Q N S Bukan di Jakarta Bukan di Semarang Bukan juga di jauh sana Sudah tua nampaknya Uban menutup atap kota Kerutan jalan dimana-mana Ahhh, tapi tak semua Datang anak muda Untuk dapat keberkahan Tak lupa petuah orang tua 2020, Maju dan tangguh 18 November 2020 // 19.44 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #12 Lubang Hidroponik

Kumpulan Puisi #12 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Lubang Hidroponik Karya Abraham Q N S Selonjoran pipa berjejer rapi Terukur lubang kehidupan, Lima senti lebarnya Tingginya tak seperti raja Bertimpa netpot, rockwool, Dan titik penghidupan Dibawahnya mendukung, Salurkan bantuan tanpa imbalan Yang tak dimiliki semua orang 17 November 2020 // 19.58 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #11 Di Antara Pembatas

Kumpulan Puisi #11 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Di Antara Pembatas Karya Abraham Q N S Di sudut ruang sempit Berdiri, berjejer-jejer rapi Antara sastra dan budaya Antara IPA dan Matematika Terselip tulisan kapital Terbaca dari luar Ku tarik kemari, Ternyata rumus fisika Aku tidak suka, Coba ulangi lagi Ku tarik kertas itu, Ternyata puisi cinta 16 November 2020 // 18.58 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #10 Di Bawah Bala

Kumpulan Puisi #10 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Di Bawah Bala Karya Abraham Q N S Terukir celaka Derap kian dekat Serbu keangkuhan jiwa Mata batin tertutup angan Di sudut-sudut besi Di pelupuk mata ini Terombang ambing kehidupan Antara sesal dan tak kekal Maut terkejar Harta tertinggal Keluarga tertangis Saudara terengis 15 November 2020 // 17.35 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #9 Indonesia Terserah

Kumpulan Puisi #9 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Indonesia Terserah Karya Abraham Q N S Delapan bulan,  Empat belas hari berlalu Corona tak mau enyah, Di negri aku dan kamu Ekonomi? terambang terang Pendidikan? terambang bodoh Kesehatan? terambang ambing Mental? terambang lulucon, Sak-sakku tho... Rasanya covid tugas relawan Terawan juga relawan Dibalik gedung penuh pikiran Hingga Nana bingung carinya RUU Kesehatan tenggelam Terpikir investasi jangka panjang Kebijakan tak berfikir, Tak tau situasi dan kondisi Sungguh sarat akan kefakiran Swab hanya untuk kepentingan Rapid test penuh kebingungan Nasiku tak semahalnya Nasibku bergantung padanya Terimakasih Tuhan Terimakasih presiden Dan wakilnya Terimakasih para perwakilan Dan majelis Terimakasih kepentingan Nakes, Relawan? Harum jasamu 14 November 2020 // 21.37 WIB Kelak saya ...

Kumpulan Puisi #8 Anindhita

Kumpulan Puisi #8 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Anindhita Karya Abraham Q N S Apa kamu benar? Hanya Tuhan yang tahu Apa kamu salah? Terlalu bodoh mengaku Hanya Tuhan, Dzat yang diagungkan Semua berharap kepada-Nya Dalam siang dan malam Insan, Nirmala? Amat tamaram Anindya? Hanya parasnya Persistensi? Kalau ada tahta Aku? Tak pantas sempurna 13 November 2020 // 21.05 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #7 Serayu Merayu

Kumpulan Puisi #7 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Serayu Merayu Karya Abraham Q N S Dalam lembayung buana Kirana pukau jiwa Bola mata rajaswala Hanya sekedar fana Bayu putar roda Tabrak jiwa dan raga Tikam bungkam kalbu Berjejal di rongga nafsu Sesekali menggoyang Helai rambut beracakan Seduh kopi, Yang terlanjur dingin Ahhh, surga dunia... 12 November 2020 // 19.55 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #6 Bimbang

Kumpulan Puisi #6 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Bimbang Karya Abraham Q N S Renjana tak berpercik Berdiri diatas pelik Renung tak berhenti Di kala sunyi  Dan di rendah diri Dalam lamunan Tanpa sinar, Ragu membayang Berani sama jejal Menderap daksa Masih di bimbang Merenung tak berwaktu Nestapa tak berkelana Hingga kapan mengastu 11 November 2020 // 20.05 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #5 Anggorokasih

Kumpulan Puisi #5 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Anggorokasih Karya Abraham Q N S Di dinding pikiran, Sosial dan budaya Malam penuh misteri Dan kaya tradisi Derai menemani Tamaram indufasmi Rapal mantra hati Agar tak sesunyi-sunyi Keris berbalut degan suci Mawar merah melengkapi Dipuja-puji ambisi Anggorokasih tak berkasih 10 November 2020 // 19.08 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.

Kumpulan Puisi #4 Darah Juang

Kumpulan Puisi #4 Dibuat di kala sempit, untuk membuat program mandiri  Satu Hari Satu Puisi . Sekaligus untuk mengisi ruang pikiran dan kebebasan di Twitter. Bisa kalian buka di  @NoorQodry . Darah Juang Karya Abraham Q N S Merah keluar tak terhingga Putih slalu ada dalam jiwa Derap koloni serbu malam hari Walau tak pernah ku cundangi Hanya lara membekas generasi Hingga derai tak terlindungi 9 November 2020 // 19.11 WIB Kelak saya ingin ini tidak hanya menjadi sebuah tulisan saja, namun sebuah karya yang dapat menginspirasi banyak orang.